[12.38, 16/6/2020] Adangnurdin Nurdin: Ada dua orang siswa yang berkelahi dilingkungan sekolah, yang satu memukul sedangkan satunya lagi menjadi korban terkena pukulan di wajahnya sampai lebam, akhirnya siswa yang dipukul oleh temannya itu pulang ke rumah dan mengadu kepada orangtuanya kemudian orangtuanya mendengar pengaduan anaknya tersebut sangat marah, apalagi melihat wajah anaknya yang lebam terkena pukulan temannya, dan berencana akan datang ke sekolah untuk mengadukan hal tersebut kepada gurunya.

Begitu pula siswa yang memukul pun pulang dan menceritakan kejadian tersebut kepada orangtuanya, mendengar cerita anaknya orangtuanya pun kaget dan berencana pergi kesekolah untuk menghadap kepada gurunya karena takut jika dengan kejadian tersebut anaknya akan di keluarkan dari sekolah.

Keesokan harinya si ibu yang anaknya di pukul temannya mendatangi sekolah hendak menghadap kepada guru anaknya, setibanya di sekolah dan bertemu gurunya, dengan wajah yang sangat emosi si ibu bicara kepada guru
“Pak guru anak saya di pukul sama temanya, saya minta anak yang mukul anak saya di keluarkan dari sekolah, karena gara gara dia di pukul anak saya jadi tidak mau sekolah” dan banyak lagi ungkapan yang di ungkapkan ibu itu kepada Guru anaknya.
Guru menjawab
” ibu Terimakasih atas laporannya adapun penyelesaian masalah ini biarlah kami yang menyelesaikannya, karena putra ibu adalah siswa kami dan hal ini terjadi dilingkungan sekolah” Si Ibu pun pulang dengan wajah kecewa karena keinginannya di tolak oleh guru anaknya.

Tidak lama setelah ibu itu pulang, datanglah orangtua dari siswa yang memukul temanya dan menghadap kepada guru anaknya, lalu ibu itu berkata ” pak guru anak saya memukul temannya dan saya berharap anak saya tidak di keluarkan, justru karena anak saya belum baik maka saya sekolahkan supaya bisa didik agar menjadi anak yang baik”
Guru menjawab
“baiklah bu, terimakasih atas laporannya, karena ibu telah menitipkan anak ibu di sekolah ini lalu melanggar aturan sekolah maka biarlah kami yang menyelesaikan sesuai ketentuan lembaga ini”
Dan si ibu pun pulang.

Lalu apa yang dilakukan guru terhadap kedua orang siswa yang menjadi muridnya tersebut, apakan dia mengeluarkan siswa yang memukul temannya sesuai keinginan ibu yang anaknya di pukul. Tentunya tidak seperti itu, kedua siswa baik yang memukul maupun yang di pukul bagi seorang guru adalah titipan Alloh yang yang dititipkan kedua Orangtua kepadanya, sehingga tidak akan mau kehilangan kesempatan untuk memperbaiki keduanya. Karena bagi guru murid adalah investasi yang sangat luar biasa yang akan menjadi tabungannya yang akan di petik buah dan hasilnya ketika ia meninggal dunia kelak.

Sehingga guru akan memaksimalkan usaha mendidik siswa yang memukul temannya, agar dia sadar akan kesalahannya dan menjadi pribadi yang lebih baik.
Dan dia juga akan memaksimalkan usaha mendidik siswa yang di pukul untuk menjadi pribadi yang lebih kuat dan siap menghadapi segala permasalahan yang dihadapinya. Guru memikirkan kedua siswanya, tapi orangtua hanya memikirkan anaknya.

Orangtua yang menitipkan anaknya di lembaga pendidikan maka percayakanlah segala penanganan permasalahan anaknya kepada lembaga pendidikan karena merekalah yang lebih memahami cara mendidik

Orangtua hanya memikirkan anaknya, sedangkan Guru akan memikirkan semua muridnya
[12.39, 16/6/2020] Adangnurdin Nurdin: Selamat membaca, tulisan ini d tulis sambil menunggu ibu ypang sedang d rawat d RS, mohon do’anya untuk kesembuhannya🙏